Untuk Langit yang damai.
Hai Langit, apa aku membuatmu khawatir? aku tidak apa-apa kok :)
Kau tahu, aku sudah genap tujuh belas tahun bernafas. Tujuh belas tahun merupakan titik balik dari sifat labil remaja menuju ke sifat dewasa. Aku sudah memikirkan ini.
Aku memikirkan tentang ikan. aku ini lebih bodoh dari ikan badut yang bodoh Ngit. Sebodoh-bodohnya ikan, dia akan melepaskan kail umpan jika si pemancing tidak kunjung menariknya. nah, aku manusia Ngit, aku seharusnya sudah menyadari itu sejak lama ya, tapi aku malah menikmati terombang ambing bersama kail yang umpannya sudah ku makan tapi si pemancing tidak menariknya.
Hahhh.. Tapi sekarang aku paham Ngit, percuma saja jika aku tetap mempertahankan berada di kail itu, padahal umpannya sudah tak ada. pemancingnya pun tidak mau menangkapnya. Lebih baik, aku melepaskan aku melepaskan kail itu sekarang. toh, bila suatu hari si pemancing datang lagi dan memasang umpan, aku juga akan tetap mendekat (seperti layaknya seekor ikan). dan aku akan menunggu pemancing menariknya.
Dari aku, yang kadang menjadi ikan badut kecil.
Tampilkan postingan dengan label Bacotan. Tampilkan semua postingan
Ikan badut kecil
.
Category Bacotan
Tujuh Belas
.
Ini hari pertama, iya. hari pertamaku dengan embel-embel orang dewasa, he-he.. aku sudah tujuh belas tahun. Memang, terhitung dari kemarin, 21 Februari 2012. tapi, sebenarnya aku lahir pada sekitar pukul 9 malam, jadi menurutku, ini hari pertamaku sebagai anak yang sudah pantas dibilang dewasa.
Tidak ada yang spesial untuk tahun ini kecuali aku sudah bisa buat KTP :D. Emmm, telur yang mendarat dikepala seperti biasa, dan tekanan minta traktirdari teman-teman. Hee, aku bokek lhoooo :( kapan-kapan saja ya..
Terimakasih untuk orang-orang yang sudah memberi selamat. Untuk Ibuk yang selalu ingat. Untuk Rama yang bahkan jauh-jauh hari sudah mengirimkan do'a. Untuk Atma yang menjadi orang pertama (tanggal 21), untuk Cacing alias Caca yang sebenarnya pengen jadi yang terakhir ditanggal 21 tapi malah ketiduran, untuk Langit yang hari ini cerah.
Untuk beferly dkk makasih telurnya. Yeni makasih udah disuruh jalan dari masjid ke rumah -_-
Terimakasih semua :)
Terutama Allah yang masih memberiku hidup :*
Category Bacotan
Langit
.
Ah, ternyata aku salah faham ya. Tapi aku terlanjur jatuh padamu.
Andai kau tidak memberi tahuku bagaimana cara untuk men-cemburu-i,
mengajariku untuk memahami, membuatku merindu setiap hari, dan
menyuguhkan arti dari kata 'cinta' yang selama ini tidak kumengerti, aku
tidak akan begini.
Bukan. Aku tidak sedang menyalahkanmu. Aku hanya merutuki diriku
sendiri karela terlalu naif. Terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa
kau juga merasakan hal yang sama denganku.
Pantas saja, belakangan ini kau tidak Damai. Padahal yang ku kira
Damai-mu (aku) masih baik-baik saja. (Maaf bila lancang menobatkan
diriku sendiri sebagai Damai-mu, aku tidak tahu kalau kau tidak
menghendakinya). Tapi pada kenyataannya, kau tertutupi oleh awan hitam
yang menggumpal, nampak suram. Dari situ aku mengerti, Damai-mu bukan
aku.
Aku juga ingin bersembunyi dibalik mendung, sepertimu. Dan mungkin kemudian, aku akan menemukanmu, mungkin.
Merindukanmu dengan ke-damai-an. Aku tidak tahu siapa yang menjadi
Damai-mu, Langit. Meskipun itu bukan aku, tapi ku harap kau cepat
menemukannya kembali.
Dari aku (seseorang yang sebelumnya menyebut diri sendiri sebagai
Damai-mu) yang merindukanmu (Langit) penuh ke-damai-an (siapapun yang
pada akhirnya kau nobatkan sebagai Damai-mu).
Category Bacotan
Hai (lagi)
.
Haiiiiiii :)
Banyak sekali catatan yang sudah terlewat, yang seharusnya bisa ku ceritakan disini.
Hei, sore ini ada cewek yang bercerita padaku tentang perasaannya terhadap sesorang. Dan, kau tahu siapa orang yang dia maksud? Hah, orang yang sama yang sampai sekarang masih sering ku amati dari kejauhan. Seseorang yang masih kukagumi.
Ya, cukup sekian dan terimakasih untuk telah membaca cerita tidak pentingku tentang hal ini.
Beralih ke topik lain. semakin hari, aku semakin tertekan. Semakin banyak pula pihak yang menekan. Pensi oh pensi, kenapa kamu selalu menjadi hal yang paling diperhatikan oleh orang-orang? :(
Menjadi ketua panitia pensi tahun ini membuatku habis. Hem, ditambah lagi kepala sekolah yang tidak mendukung. "Yaaaaa, Semangaaaaaaaaaaaat ! Fighting :D"
Cuma bisa menguatkan diri sendiri dengan cara seperti itu.
Oh iya, besok sabtu ada proker baru yang akan dijalankan oleh Osis mpk smadabo: Putri Hijab.
Semoga lancar :)
Category Bacotan
(tentang) kamu (lagi)
.
Kemarin malam, seseorang menanyakanmu. Mungkinkah dia tahu sesuatu tentangmu? mungkin saja. Apa dia tahu siapa kamu? Tulisanku terlalu frontal ya, he-he. Tapi kenapa tidak menebak siapa kamu ya? Hem,, ini menbuatku mengingatmu lagi, memikirkanmu.
Untuk meneruskan tulisan ini, aku sempat berhenti beberapa menit, cukup lama. Aku bingung dengan apa yang kuceritakan. Sebenarnya aku hanya ingin tahu:
Sedikit banyak faham- maksudnya apa?
Category Bacotan
Aku (tidak) takut kucing
.
Sekarang aku sedang bersama dengan M. Beferli Argajuna Dede Arta Pratama. Ha-ha, namanya puanjang ya? :p
Kami sedang asyik menikmati wifi gratis yang disediakan oleh pemerintah disekitar pendopo kota Bojonegoro. Tiba-tiba Dewi Murthosiyah datang meramaikan, kalau yang ini aku senang karena ada teman lain. Tapi setelah itu, datang sesuatu, sebuah, oh tidak, seekor; KUCING! Aaaaaaku benci kucing! Aku hanya mampu berteriak histeris, beberapa masang mata melirik, sebagian menertawakan. Be-ep, panggilan akrab untuk Beferli, dan dewi sedang membawa kucing itu mendekatiku, haaaaaaaaaaah, jauhkan dariku!
Sebenarnya, aku tidak takut kucing. Ya, aku tahu kucing itu lucu. Tapi aku takut dicakar! Kalau dari jauh, aku juga suka memperhatikan kucing. Nah, kalau dari dekat, aku angkat tangan. Jangan dekatkan kucing itu padaku.
Aku (tidak) takut kucing.
Category Bacotan
(Tidak ingin memberi judul)
.
Category Bacotan
Dewasalah sedikit!
.
Malam ini, seperti biasa aku terbangun pukul 12 lewat entah berapa menit. Ini sudah menjadi kebiasaan. Biasanya, setelah minum beberapa teguk air aku akn kembali tidur, tapi sekarang, aku kesulitan tidur. Terlalu banyak pikiran mungkin.
Aku membuka Hp, barang kali ada pesan. Benar saja, beberapa pesan mencuat dilayarnya. Dua diantaranya dari teman seperjuanganku, Juna. Linnn tangiii linn. Begitu isi pesannya. Aku sudah tahu, ini pasti tidak penting. Dia sering seperti ini. Tapi malam ini berbeda, Tadi, aku benar-benar marah padanya, kau tahu, tenatng postinganku mengenai professionalitas itu. Itu khusus kudedikasikan untuknya. Aku sebal melihat tingkahnya yang kekanakan. Dia sempat mengirimkan pesan yang berisi tentang permintaan maaf, tapi tidak ku gubris. Dia juga mengirimiku pesan yang isinya: Lin, yang itu tadi kepribadianku yang satunya. Memangnya, dia itu apa sampai punya banyak kepribadian, pikirku. Semua pesannya hanya ku baca, tidak ku balas. Kecuali yang terakhir ini, yang isinya memintaku untuk bangun. Kubalas: Opo?. Dia bilang: Hehe, kancani to, ojo ngamuk ya?. Dia memintaku untuk tidak marah, dan aku menurutinya. Aku tahu, dia masih seperti anak kecil, dan aku harus selalu bersikap sabar seperti kakaknya. Kadang menyebalkan, tapi mau bagaimama lagi, memang begitu sifatnya. Obrolan kami masih berlanjut sampai sekarang. Dan dia bercerita tentang film kesukaannya: Twiligh, yang setiap hari rutin ia tonton sebelum tidur. Dasar bocah aneh, kenapa tidak bosan-bosan ya. Aku seperti menanggapi ocehan-ocehan seorang adik kecil haha :p
Jun, dewasa lah sedikit :) ~Untuk kepribadian lain dalam diri Juna.
Category Bacotan
Profesionalitas
.
15 Desember 2012
Kali ini aku benar-benar muak.
Aku sudah terlalu banyak diprotes. Semua menekan. Tuntutan datang dari berbagai sudut. Lelah terlalu mendominasi. Aku mencoba percaya pada orang lain agar bisa membantuku. Kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia profesional. Aku salah, jika aku terlalu mendominasi. Tapi bagaimana bila yang dipercayai tidak bisa mengerti? Egois, kekanakan.
Aku lelah.
Category Bacotan
KAMU
.
Category Bacotan
Kimia? Sebisanya aja. Trigonometri? Mati
.
Category Bacotan
Aku tidak tahu apa
.
Malam ini aku belajar. Belajar dengan ikhlas dari hati dengan keinginan sendiri tanpa komando. Aku hebat dong ya, hehe :')
Aku punya semangat sekarang. Entah karena apa atau siapa. Mungkin karena sudah bosan seperti ini.
Em, aku ingin bercerita, tapi tentang apa? oh ya, apa aku pernah bercerita tentang seseorang yang aku kagumi selama satu tahun ini? Tidak perlu tahu siapa namanya. Kita sebut saja dia Mr. X. Aku sudah sering bertemu dia sebelumnya, tapi tidak tahu sejak kapan, di momen apa dan kapan tepatnya, aku mulai memperhatikannya. Diam-diam memperhatikan, sebatas itu saja. Waktu cepat berlalu ya ternyata. Bahkan aku sempat lupa dengan kekaguman itu beberapa waktu lalu, tapi akhir-akhir ini perasaan itu kembali. Bukan, bukan cinta, lebih tepatnya, aku tidak tahu :). Selama ini aku hanya mengaguminya, tidak lebih. Aku bahkan tidak tahu kenapa, bukan karena fisik, mungkin karena sikapnya.
Ah, sudahlah, jangan membicarakan dia. Toh, aku sudah tahu akhir dari kisah ini. Sad ending, selalu begitu. Meskipun memang aku sendiri yang menentukan akhirnya, tapi aku tidak pernah bisa memaksa :')
Hah, kenapa jadi mellow galau gini? Semangat! Kimia dan Trogonometri siap mengajak bertempur besok.
Category Bacotan
Beban Dipundakku
.
13 Desember 2012
Setelah bangun tidur pagi ini, aku merasa enteng, entah kenapa. aku hanya merasa beban di pundakku sedikit berkurang :)
Semangaaaaaat! Ya, harus semangat, itu yang ku pikirkan. Bahkan aku meneriakkan kata itu ditelinga Putri, teman sekelasku tadi pagi. Hahaha, sudah lama tidak seperti ini. Tertawa untuk diriku sendiri.
Tapi, aku mulai merasa menjadi pecundang (lagi) saat beberapa teman meledekku karena nilaiku matematika -trigonometri- yang jeleknya keterlaluan. Nilai 8, apa yang bisa ku harapkan dari nilai itu? Hem, bukan 80, tapi 8. iya, hanya 8. Ya, aku tahu. ini salahku sendiri, kenapa tidak berusaha untuk meminjam buku agar bisa belajar, sudah tahu bukunya hilang, tapi aku tidak berbuat apa-apa. aku hanya mengeluh.
Hah, kejengkelanku muncul saat beberapa teman dari kelas lain me-nyoak-ku karena nilai matematikaku. Apa-apaan ini? darimana mereka tahu. kata mereka, berita ini memang sudah menyebar. Arrrrrgh! aku malu :(
Dan ternyata yang menyebar luaskan berita itu adalah Rizky. Aku marah padanaya.
"Lha wong aku di soak gara-gara aku dapat nilai 10 kok Lin, ya wis to aku ngomong, teman sebangkuku nilainya lebih parah. terus mereka tanya, lha siapa? Yo tak jawab to, Alin,"
Seharian itu tadi, aku tidak mau berbicara dengannya -_-
Kejengkelan kedua muncul saat aku harus menemui kepala sekolah baruku, Drs. Sigit Harsono, M.Pd.. Arrrgh, orang ini menjengkelkaaaaaaaaaan. Husst, ini rahasia ya :). Tapi aku benar-benar tidak habis pikir denagn pola pikir orang ini. Mbulet!
Keluar dari sarang singa, aku menuju ruang Osis. harusnya saat itu ada rapat. Tapi, saat aku, Gilang dan Priya kesana, rapat sudah bubar. Aku bingung, padahal kan si ketua Osis-nya saja baru datang. hah, firasatku benar kan, ada masalah. Yeni, ketua Mpk, marah besar, aku tidak tahu kenapa. yang pasti dia marah.
Aku, Gilang, Priya, dan Dimas tidak langsung pulang. kami berempat tidak tahu apa-apa tentang rapat tadi. Intinya, gara-gara berbicara dengan mereka bertiga, sekarang aku galau lagi. Hiks. Aku dianggap dan memang sekarang aku pun merasa terlalu mendominasi di organisasi ini. tapi, mau bagaimana lagi, memang sudah begini dari awal. Hei, aku juga menyadari satu hal. aku tidak bisa mempercayai orang lain sehingga aku harus mengerjakan apa pun sendiri. Padahal, aku sering memberi masukan pada orang lain untuk tidak begitu, tapi aku sendiri begitu. Harus bagaimana aku?
Lalu pundakku kembali berat.
Category Bacotan
12-12-12
.
nothing special.
Hari ini, maunya jadi hari pembebasan dari segala beban masalah. maunya.
Category Bacotan
Surat pengunduran diri
.
Semalam, aku menyatakan kemunduranku pada Gilang, ketua OSIS-ku.
Kau bertanya kan, apakah aku tidak terlalu loyal di organisasi ini?. kau tahu, sebenarnya aku jenuh. aku capek. aku sadar bukan hanya aku yang capek. kau juga, Yeni juga. tapi aku berbeda, kalian berbeda. kalian ada dalam dunia kalian. Yeni memang menginginkan Ips, sedang kau Ipa.
aku sudah berubah. OSIS memang pelarianku dari kejenuhanku di dunia yang sekarang ku selami. tapi aku tidak bisa selamanya begini kan? Aku lelah menghindar dari tuntutan orang tuaku. mereka hanya ingin aku jadi anak yang rajin, itu saja. Dulu, aku dianggap pintar, bahkan aku sendiri menganggap begitu. tapi sekarang? aku menjadi pecundang dikelas. yang tidak pernah mendengarkan penjelasan guru. didengarkan pun percuma, akan menguap lagi.
Mungkin, memang sudah saatnya aku memaksakan diri untuk menjadi anak pintar lagi.
Tapi aku bingung, apa yang harus ku lakukan. aku mempunyai kewajiban menuruti orang tuaku sebagai anak, aku mempunyai kewajiban belajar dengan sungguh-sungguh sebagai siswa, dan aku mempunyai kewajiban sebagai co. ppas dalam kepengurusan OSIS. aku lelah di protes. oleh kakak kelas dan lain sebagainya. mereka menuntut, mereka menekan. tanpa mempedulikan bagaimana keadaan kita. aku lelah. aku tahu kau pun begitu.
Siang tadi, ku serahkan surat pengunduran diriku. apa sudah kau baca? kau tidak membalas pesanku. Yeni juga menghilang. surat itu, aku bingung harus menulis apa. di dalamnya hanya ada kertas kosong. kosong tidak pernah kosong. surat pengunduran diri itu kosong. aku hanya tidak bisa meninggalkan tanggung jawabku. aku tidak bisa meninggalkanmu dan Yeni karena pasti aku akan dibunuh oleh Yeni :p. mungkin juga akan mutilasi oleh mbak Nadhia dkk -_-
Surat pengunduran diriku kosong, terserah mau diartikan apa. yang pasti aku hanya tidak bisa menulis 'aku mundur'. Apa surat itu anda setujui pak ketua OSIS? :)
Category Bacotan
Tersesat
.
Aku tersesat, aku mencoba menyelam namun tenggelam. Ini bukan duniaku. Ini aku yang bukan aku.Sekarang aku disini, tenggelam. menganggap seolah-olah aku bagian mereka, padahal aku terselubungi oleh selaput tipis tak kasat mata. mereka mengeluh tentang aku, dan aku tahu itu. aku harus bagaimana? sudah terlambat untuk kembali kepermukaan, aku sudah tenggelam.
aku pecundang.
Category Bacotan
Sastra, Aku, Bapak, OSIS
.
Category Bacotan
